Batalkan gelar pahlawan nasional Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo

Amnesty International Indonesia dan Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI) mengecam keras keputusan pemerintahan Prabowo-Gibran yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo. Keputusan ini adalah pemutarbalikan sejarah, pengkhianatan cita-cita reformasi 1998 serta penghinaan jutaan korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama 32 tahun pemerintahan Orde Baru.

Kami menegaskan, negara memiliki kewajiban utama untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi warganya. Pemberian gelar pahlawan tersebut bertentangan dengan mandat konstitusi dan keadilan yang diamanatkan Reformasi 1998. Benar bahwa sebagai manusia tentu Soeharto punya “kesalahan” sehingga dapat dimaafkan. Masalahnya adalah ini bukan “kesalahan”, tapi kejahatan yang tergolong paling serius (most serious crimes), yang secara hukum tak bisa diputihkan. Filsafat kebudayaan tanpa norma dasar moralitas universal yang demikian akan terus meniadakan kemampuan bangsa untuk membedakan mana yang benar dan salah. Itu arah menuju malapetaka.

Pemberian gelar ini melawan agenda pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Bukan hanya korupsi kini merajalela lewat penyalahgunaan jabatan dan anggaran, tapi ini pola yang menjadi ciri khas pemerintahan otoriter masa lalu. Lebih ironis lagi, keputusan ini diambil oleh presiden yang pernah memiliki hubungan kekerabatan langsung dengan Soeharto, sehingga memperkuat kesan bahwa negara kini kembali tunduk pada kekuasaan yang menindas dan feodal.

Dukungan sejumlah pihak, seperti Menteri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat terhadap gelar pahlawan Suharto juga tidak lepas dari kepentingan keluarganya, mengingat Sarwo Edhie Wibowo adalah kakeknya. Penetapan ini sarat dengan kesewenang-wenangan dan praktik nepotisme. Menobatkan Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo sebagai pahlawan berarti menegasikan penderitaan korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat, sekaligus menormalkan impunitas yang telah lama mengakar di negeri ini.

Selama tiga dekade lebih, rezim Soeharto bertanggung jawab atas berbagai kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat, termasuk Pembantaian massal 1965–1966; Penembakan misterius (Petrus) 1982–1985; Tragedi Tanjung Priok 1984 dan Talangsari 1989; Kekerasan sistematis di Aceh, Timor Timur, dan Papua; Penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi 1997–1998 dan lain-lain.

Jutaan korban dan keluarganya hingga kini belum mendapatkan kebenaran, keadilan, maupun pemulihan. Negara telah mengakui berbagai peristiwa ini sebagai pelanggaran HAM berat, baik melalui Ketetapan MPR pada awal reformasi maupun pernyataan resmi Presiden Joko Widodo pada Januari 2023. Namun, hingga saat ini, tak satu pun pelaku utama, termasuk Soeharto, pernah dimintai pertanggungjawaban.

Pemberian gelar pahlawan ini tidak dapat dipisahkan dari upaya sistematis untuk menulis ulang sejarah Indonesia dengan menghapus jejak kekerasan negara. Menteri Kebudayaan yang turut mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan kini juga memimpin proyek penulisan ulang sejarah nasional, yang dikhawatirkan akan menyingkirkan kisah penderitaan korban dan perlawanan rakyat terhadap otoritarianisme Orde Baru.

Pemberian gelar ini melengkapi serangkaian kebijakan yang mengubur cita-cita reformasi, mulai dari upaya pencabutan nama Soeharto dari TAP MPR XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN, pengusulan gelar oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, hingga penetapannya hari ini. Semua ini membentuk ekosistem dan infrastruktur impunitas yang sempurna.

Negara seharusnya berpihak kepada korban, bukan pada pelaku pelanggaran HAM. Gelar pahlawan untuk Soeharto harus dibatalkan segera sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik terhadap sejarah bangsa dan masa depan Indonesia.

Oleh karena itu kami mendesak pemerintah untuk:

  1. ⁠Batalkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo;
  2. ⁠Usut kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu selama pemerintahan Orde Baru:
  3. Tegakkan hukum dan pulihkan harkat martabat korban pelanggaran HAM berat;
  4. ⁠Tolak segala bentuk manipulasi sejarah dan glorifikasi pelaku pelanggaran HAM, baik melalui kebijakan kebudayaan, pendidikan, maupun narasi resmi negara;
  5. ⁠Tegakkan kembali cita-cita reformasi 1998, termasuk berantas KKN, tegakkan HAM, dan supremasi hukum.

Jakarta, 10 November 2025
Amnesty International Indonesia – Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI)

Daftar pendukung tolak pemberian gelar pahlawan nasional untuk Soeharto:

Marzuki Darusman (Ketua Komnas HAM 1996-1998, Jaksa Agung 1999-2001)

Aan Anshori (Jaringan Islam Anti Diskriminasi)

Abdurrachman (Individu)

Aboeprijadi Santoso (Penulis)

AB.Widyanta (Social Research Centre UGM)

Achmad Munjid (Akademisi Universitas Gadjah Mada)

Afni Silaban (Master Student, the University of Melbourne)

Ahmad Nashih Luthfi (penulis)

Ade Zuchri (Ketua Umum Sarekat HIjau Indonesia)

Ahmad Badawi (Perkumpulan Praxis Indonesia)

Amalinda Savirani (Akademisi FISIPOL UGM)

Ang Swie Thang (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Anna Mariana (Peneliti)

Ani Soetjipto (Akademisi, Guru Besar UI)

Anita Lie

Adif Fahrizal Arifyadiputra (UIN Salatiga)

Adnan Yazar Zulkifar (Akademisi Universitas Padjadjaran)

Adnan Topan Husodo (Individu)

Alfian Widi Santoso (Peneliti sejarah)

Agung Putri astrid (AKTIVIS HAM)

Agung Wardana (Akademisi UGM)

Agus Mediarta (Akademisi UMN)

Agussalim (Advokat Sulawesi Tengah – Serikat Pekerja Hukum Progresif)

Agus Wahyudi (Filsafat UGM)

Agrar Sudrajat (Peneliti)

Akhsaniyah (UKWMS)

⁠Akmal Taher (Akademisi Universitas Indonesia)

Alexander Jebadu (IFTK Ledalero)

Alexander Raymon (Penulis)

Alexander S Lanur (Akademisi STF Driyarkara)

Alexander Maxchaelen Feilex Aeksi Nauli Sihombing (Alumni Fisipol UGM)

Alfian (Aliansi Rakyat Sipil)

Alif Iman Nurlambang (Gerakan Indonesia Kita)

Aloysius Gunadi Brata (Akademisi, Yogyakarta)

Allan FG Wardhana (Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia)

Alviani Sabillah (Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia)

Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia (Dosen FISIPOL UGM)

Amalia Salabi (Data and Democracy Research Hub)

Amanda Suharnoko

Aminah Idris

Andreas Harsono (Yayasan Pantau)

Andri Yunus (Kontras)

Andrik Sulistyawan (SINTAS)

Andi Achdian (Sejarawan)

⁠Anna Hadi Purnamasari (Suara Ibu Indonesia)

Ani Soetjipto (Akademisi, Guru Besar Universitas Indonesia)

Anitra Sitanggang

Antonio PH

Antonius Bastian Limahekin (IFTK Ledalero)

Arian Rasyid (Polandia Bergerak)

Arif Harsana (Exil Indonesia di Jerman)

Ari Wibowo (The PRAKARSA)

Aris Arief Mundayat (Antropolog)

Arfan Aziz (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Jambi)

Arfiansyah (Akademisi UIN Malikul Saleh)

Arie Sujito (Akademisi Universitas Gajah Mada)

Arief Syahrul Tiro, (Guru Sejarah, NTB)

Aries Samudra Wicaksono (Penulis dan Editor Buku Nonfiksi)

⁠Arif Susanto (Exposit Strategic)

⁠Arif Zulkifli (CEO Tempo Media Grup, Anggota Dewan Pers 2019–2025)

Arniyanti (Koordinator TLC/Gemawan Pontianak)

Aryo Danusiri (Akademisi Universitas Indonesia)

Arya Budi (Akademisi FISIPOL UGM)

Arya Wisesa (Penyunting Independen)

Artien Utrecht (Penulis)

ASFIN Situmorang (SETARA Institute)

Ashila Alma (SCRIP)

Asih Candra

Asrianty Purwantini (Pokjatap Kembali ke UUD’45)

Astrid Salsabila (Periset/Alumni CRCS UGM)

Asvi Warman Adam (Profesor Riset Purnabhakti BRIN)

Astutik Supraptini (Aktivist HAM independen)

⁠Ati Nurbaiti (Pendiri Aliansi Jurnalis Independen)

Aulia Rizal

⁠Avianti Armand (Penulis)

Awaluddin (Huntu Art Distrik)

Awan Sastrawijaya (Gerakan Laudato Si’ Indonesia Chapter Bandung)

Ayu Diasti Rahmawati (Akademisi FISIPOL Universitas Gadjah Mada, Amerika Bergerak)

Ayuni (Aktivist HAM Independen)

Ayu Utami (Penulis)

Azifah R Astrina (Akademisi FISIPOL UGM)

Bahrudin (Akademisi FISIPOL UGM)

Baltasar (Societas Verbi Divini)

Bambang Karnain (FKKB)

Bambang Sundayana (Asosiasi Antropologi Indonesia Pengda Jawa Barat)

Barid Hardiyanto (Scholar Activist)

Barto

Bayu Aji (Sejarawan)

⁠Beni Kurnia Illahi (Fakultas Hukum Universitas Bengkulu)

Benny D Setianto (Akademisi, UNIKA Soegijapranata)

Bernardus Hayong (IFTK Ledalero)

Bernadete Eko Rahayuningsih

Berry Nahdian Forqan (Ambin Demokrasi Kalsel)

Bilal Dewansyah (Akademisi Universitas Padjadjaran)

Binsar Jonathan Pakpahan (Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta)

Bivitri Susanti (Dosen STHI Jentera)

Bernardus Boli Ujan (IFTK Ledalero)

Bonar Togar Naipospos (Setara Institute)

Bonni Triyana (Historia)

Boy Mihaballo (Komunitas NocturNo)

Budhy Munawar-Rachman (Akademisi STF Driyarkara).

Budi Hernawan (Akademisi STF Driyarkara)

Budi Iman Santoso (Akademisi Universitas Indonesia)

Budi Santoso (Akademisi, Guru Besar Universitas Airlangga)

Budi Setiadi Daryono (Dosen, Guru Besar Biologi UGM)

Butet Kartaredjasa (Seniman)

Cak Bonang (AMAK. Aliansi Masyarakat Anti Korupsi)

Cakra (Individu)

Caroline Paskarina (Akademisi/Guru Besar Universitas Padjadjaran)

Ciptaning Larastiti (Peneliti sosial, alumni UGM)

CB Mulyatno (Akademisi, GB U. Sanata Dharma)

Chan Chung Tak (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Chan Sik Yin (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Chan Yan Lu (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

⁠Charles Simabura (Fakultas Hukum Universitas Andalas)

Christina Vera (Yayasan YAPHI)

Christoffel Wibowo

Christopel Paino (Perkumpulan Japesda Gorontalo)

D. Chandra Kirana (Akademisi Universitas Indonesia)

Daldiyono (Akademisi/Guru Besar em. Universitas Indonesia)

Dadang Trisasongko (Pembina ILRC)

Damar Juniarto (Board Amnesty Indonesia, PIKAT Demokrasi)

Damayanti Buchori, ecologist (IPB)

⁠Daniel Frits Maurits Tangkilisan (Pegiat Lingkungan Karimunjawa di Klik: Rakyat)

Daniel Sihombing (University of Divinity)

Danang Widoyoko (Sekjen Transparency Internasional Indonesia)

Dasri (Gubuk Nalar)

Dcolo (Seniman)

Debbie Prabawati (Peneliti)

Dédé Oetomo (Individu)

Denny Indrayana (Integrity Law Office)

Dewi Setiawati Chandra

Devi Adiryanti (Surau Tuo Institute)

Devy Dhian Cahyati, (Akademisi FISIPOL UGM/ Perth Bergerak)

Dwi Kundoyo (Pendiri FKSMJ)

Deddy Arsya (Penulis)

Dede Rahmat (Alumni Universitas Paramadina)

Dhia Al-Uyun (Fakultas Hukum Universitas Brawijaya)

Dhia Prekasha Yoedha (Pendiri/Ketua AJI – Aliansi Jurnalis Independen)

Dian Kartika Sari (Aktivis Perempuan &HAM)

Dian Kartikasari (Aktivis Perempuan, Aktivis HAM)

Dian Noeswantari (KIKA)

Dian Purba (Akademisi di Taruntung)

Diasma Sandi Swandaru (Mahasiswa S3 Tannas UGM)

Dicky C Wibowo (ANU)

Didi Kwartanada (Sejarahwan Partikelir)

Didi Yakub (Pekerja Migran)

Djemi Radji (Yayasan Pendidikan NUlondalo)

Dolorosa Sinaga (Dosen Utama Institut Kesenian Jakarta, Patron of Hampstead School of Art, London UK)

Dodi Faedlulloh (Universitas Lampung)

Dody Priambodo (Forum Demokrasi Digital)

Donison (Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik)

⁠Donny Danardono (FH Unika Soegijapranata)

Donny Prima Setyadji

Drs. Supranoto, M.Si., Ph.D (Universitas Jember)

⁠Dyah Wirastri (Akademisi Universitas Indonesia)

Dwi Harjanti

Dwi Kundoyo sekjen Spartan Indonesia, Pendiri FKSMJ)

Eddy Kristiyanto (Akademisi, GB STF Driyarkara)

Eko Riyadi (Akademisi, UII)

Elisia Merayanti (Universitas Udayana)

⁠Erpan Faryadi (Aktivis Agraria/Anggota Pendiri AGRA/Sekjend KPA 2002-2005)

Erwin Silaban

Ervyn Young (Seknas FITRA)

Esti

Evi Lina Sutrisno (Akademisi FISIPOL UGM)

F. Budi Hardiman (Akademisi, GB UPH)

F. Wawan Setyadi (Akademisi STF Driyarkara)

Fahmi Panimbang (IndoProgress)

Farida Ishaya

Fatih Gama Abisono (Alumni UGM)

Fadli Ramadhanil (Fakultas Hukum Universitas Andalas)

Feri Amsari (Universitas Andalas)

Felix Baghi (IFTK Ledalero)

Feliks Erasmus Argha (STF Driyarkara)

Ferdhiyadi (Genk Dekol)

⁠Ferry Haryono Machus (Ketua PIJAR Indonesia era Soeharto)

Ferry Mahulette (Periset/Alumni CRCS UGM)

Franz Magnis-Soeseno, SJ (Akademisi/Guru Besar STF Driyarkara)

Fatih Gama Abisono (Alumni Fisipol UGM)

Fauzan Mokoagow (PC PMII KOTA GORONTALO)

Fikrul Hanif Sufyan (Periset LeKSA)

Fajar Kelana (Diaspora)

Firda Ainun Ula (Rifka Annisa, Yogyakarta)

Firda Amalia Putri (Board Amnesty International Indonesia)

Fonika Thoyib (JPPB)

FX Eko Armada Riyanto (Akademisi GB STFT Widya Sasana, Malang)

Gabriel Lele (Fisipol UGM)

⁠Gadis Arivia (Akademisi, Montgomery College, UMD)

Ghamal Satya Mohammad (Research Centre Murdoch)

Galuh Wandita (Aktivis/direktur Asia Justice and Rights AJAR)

Geger Riyanto (Akademisi Universitas Indonesia)

Gerhard Mangara (Universitas Indonesia)

Giri Ahmad Taufik (Akademisi Universitas Pendidikan Indonesia)

Gita Putri Damayana (Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera)

Grace Leksana (Peneliti)

Gogol Rusiyanadi (Aktivis HAM)

H. Agung Satria (Akademisi STF Driyarkara)

H. Dwi Kristanto (Akademisi STF Driyarkara)

Habibah S. Muhidin (Akademisi Universitas Hasanudin)

Hadi (pensiunan PNS, UI)

Haidar Adam (ACJHR UNAIR)

Haikal

Halim HD (Pegiat Seni)

Hamdi Muluk (Universitas Indonesia)

Hamid Basyaib (Penulis)

⁠Handoko Wibowo (Advokat Omahtani Batang)

Hani Yulindrasari (UPI)

Hari Nugroho (Akademisi Universitas Indonesia)

Hariyanto (YPKP ’65 Mojokerto, Jatim)

Harkristuti Harkrisnowo (UI)

Haryadi (Akademisi Universitas Airlangga)

Hegel Terome (Kalyanamitra)

Prof.Harry Truman (Arkeolog)

Hasan Sjahrir (Akademisi FK Universitas Sumatera Utara)

Hasrul Halili (Akademisi Universitas Gadjah Mada)

Harjono (Aktivis kemanusiaan)

Helda Khasmy (Ketua Serikat Perempuan Indonesia/Chairperson ILPS Chapter Indonesia)

Hendaru Tri Hanggoro (Media Kreatif)

Hendardi (Setara Institute)

Hendra Sutedja (Akademisi STF Driyarkara)

Hendra Saputra (Pengiat HAM di Aceh)

Hendrik Rosdinar (YAPPIKA)

Hendrikus Maku (IFTK Ledalero)

⁠Henky Wijaya (Leiden Law School)

Henny Supolo (Cahaya Guru)

Heppy Haloho (Universitas Kalbis)

Hermawansyah (Kalbar)

Herry Anggoro Djatmiko (Arsiparis)

Herdiansyah Hamzah (Fakultas Hukum Universitas Mulawarman)

Herlambang P. Wiratraman (Akademisi Uiversitas Gajah Mada)

Hermansyah (Tokoh Pemuda Suku Bangsa Minoritas Sakai, Riau)

⁠Heru Hendratmoko (Ketua Aliansi Jurnalis Independen 2005–2008)

Hesti Armiwulan (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Surabaya)

Hieronimus Yoseph Dei Rupa (Akademisi STF Driyarkara)

I. Gede Arka

I Gusti Ketut Agung (Taman 65)

I Ngurah Suryawan (Universitas Warmadewa, Bali)

Idos (Institut KAPAL Perempuan)

Idul Rishan (Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia)

Idhamsyah Eka Putra (Universitas Persada Indonesia)

Ignasius Ledot (JPIC SVD)

Ihsan Ali-Fauzi (Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi PUSAD Paramadina)

Ika Agustina (Direktur Eksekutif Kalyanamitra)

Ika Ardina (Masyarakat, Suara Ibu Indonesia)

Ilsa Nelwan (Yayasan Jaringan Relawan Independen)

Ilham (Front Anti-Penindasan)

Ilham (Maba Sangaji)

Ilham Abdurajak

Ilham Jimbo (Federasi SEBUMI)

⁠Imam Ardhianto (Akademisi Universitas Indonesia)

Imam Koeswahyono (Akademisi/Guru Besar Universitas Brawijaya)

Iman Zanatul Haeri (Guru Sejarah Al Tsaqafah)

⁠Inaya Rakhmani (Akademisi Universitas Indonesia)

Indri Sri Sembadra (Institut KAPAL Perempuan)

Indro Suprobo

Irandi Putra Pratomo

Irawita (Seniman Teater, Puan Seni)

Irene Purwantari (ISSI)

Irfan Hutagalung (UIN Jakarta)

Irwan M. Hidayana (Universitas Indonesia)

Iskak Ismuwidarto (LSPM)

Ismail H. Dilogo (Akademisi, Guru Besar Universitas Indonesia)

Ita Fatia Nadia (Sejarawan dan Ketua RUAS)

Ita Siregar (Penulis, Puan Seni)

Ignatius Haryanto (Pendiri LSPP)

Iva Hasanah (KPS2K Jawa Timur)

Iva Kasuma (Akademisi UI)

Ivan Aulia Ahsan (Pemimpin Redaksi NU Online)

Iwan Satriawan (Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

J Kamal Farza (Pengacara)

⁠J. Sudarminta (Akademisi STF Driyarkara)

Janianton Damanik (Dosen Fisipol UGM)

Jaleswari Pramodhawardani (Peneliti)

Januardi Husin (Aliansi Jurnalis Independen / AJI Yogyakarta)

Jarna Mansur

Jesslyn Giovanni M (PhD Candidate University of Melbourne, Melbourne Bergerak)

Joss Wibisono (Penulis dan Peneliti)

Joice Marulam (Arkeolog)

Jonathan Peter Tehusijarana (Sejarawan)

Judhi Kristantini (SPAK Indonesia)

⁠Julia Suryakusuma (Intelektual Publik, Penulis dan Aktivis Feminis, Penerima Order of the Crown dari Raja Belgia 2021)

Joachim D.J. (KSBH)

Joash Tapiheru (Dosen FISIPOL UGM)

Joni Sujarman (Provoke Institute)

Kamala Chandrakirana (Ketua Komnas Perempuan 2003-2009)

Kania Roesli (Seniman)

Kasih Turniwati (Yayasan JaRI)

⁠Karlina Supelli (Akademisi STF Driyarkara)

Keni Soeriaatmadja (Seniman)

Khalisah Khalid (Aktivis Lingkungan Hidup)

Khidir M. Prawirosusanto (Akademisi Universitas Gajah Mada)

Khanis Suvianita (IFTK Ledalero)

Khamid Istakhori (Global Union Solidarity)

Kanisius Bhila (IFTK Ledalero)

Kurniawan (Peneliti)

Kurniawan Sabar (Direktur Institute for National and Democracy Studies/INDIES)

Kusnandi Rusmil (Akademisi FK Universitas Padjadjaran)

Kresno Brahmantyo (Public History)

Koentjoro (Purna Tugas Dosen UGM)

Laksmi Safitri (Peneliti CRRS)

Laksmi Shitaresmi

Lamtiur Tampubolon (Akademisi Universitas Atma Jaya)

Lea Pamungkas (Penulis, Penerjemah, Jurnalis Independen)

Lesty Admodjo

Leo Kleden, SVD (IFTK Ledaelro)

Leonard Simanjuntak (Greenpeace Indonesia)

Lia Siagian (Komunitas NocturNo)

Liao Wan Lan (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Lim Giok Lan (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Linawati Sidarto (Penulis)

Listia (Penulis, Yogyakarta)

Liza Farihah (Phd Candidate, the University of Melbourne)

Longgina Novadona Bayo (Akademisi FISIPOL UGM, Graduate Researcher Faculty of Arts Unimelb)

Lukas Ispandriarno (Masyarakat Peduli Media)

⁠Luky Djani (Dosen Universitas Pembangunan Nasional-Veteran)

Lugina Setyawati (Akademisi Universitas Indonesia)

Marcus Priyo Gunarto (Akademisi UGM)

M Nurul Fajri (Universitas Andalas)

⁠M. Yoppy Adhihernawan (Akademisi Universitas Padjadjaran)

M. Zamzam Fauzanafi (Antropologi UGM)

Made Supriatma (Peneliti)

Mahendra Abifathir

⁠Manneke Budiman (Akademisi/Guru Besar UI)

Made Supriatna (Peneliti ISEAS Fellow)

Mardyah Chamim (Aktivis)

Mareta Ryarsa Hanyfa (KPS2K)

Maria Y.S. (Pensiunan Karyawan Pelayanan Kesehatan)

Maria Imakulata Tere (IFTK Ledalero)

Marintan Sirait (Seniman, Jendela Ide Indonesia & Rumpun Indonesia)

Martasudjita (Akademisi/Guru Besar U. Sanata Dharma)

Masduki (Akademisi UII Yogya)

Matius (Koalisi Lintas Isu)

⁠⁠Mathius Hosang (PNS 1993-2023, Akademisi dan Aktivis Lingkungan)

Maulida Sri Handayani (Ikatan Keluarga Alumni Driyarkara)

Mayling Oey- Gardiner (Akademisi/Guru Besar em. UI)

MA Therik (Akademisi Satyawacana)

Media Wahyudi Askar (Akademisi UGM)

Mei Susanto (Akademisi Universitas Padjadjaran)

⁠Meilihanny Sosrowardoyo (Pegiat Wastra)

Melani Budianta (Pekerja Budaya)

Melani Abdulkadir-sunito (FEMA IPB)

Mery Kolimon (Jaringan Perempuan Indonesia Timur)

Michael H. B. Raditya (Researcher, the University of Melbourne)

Milda L. Pinem (Akademisi, UGM)

Mirza Satria Buana (Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat)

Misiyah

Mia Siscawati (Akademisi UI)

Mochamad Chazienul Ulum (Universitas Brawijaya)

Mohammad Fernanda Wahdani

Mohammad Fernanda (IMM Surakarta)

Muchamad Ali Safa’at (Fakultas Hukum Universitas Brawijaya)

Muha (Baca Bijak)

Muhamad Isnur (Ketua Umum YLBHI)

Muhamad Juaini (Gema Alam NTB)

Muhamat Boinauw

Muhammad Aulia Iskandar Muda (Universitas Paramadina)

Muhammad Arham (University of Melbourne)

Muhammad Djufryhard (Perkumpulan TELAPAK)

Muhammad Fauzi (Sejarawan)

Muhammad Iqbal (Akademisi UIN Palangkaraya)

Muhammad Iqbal (Dosen Universitas Jember)

Muhammad Nur Ramadhan (STHI Jentera)

Muhammad Naziful Haq (Eksekutif Direktur Public Virtue Research Institute)

Muhammad Whima

Muji Sutrisno (Akademisi STF Driyarkara)

Mukhtasar Syamsuddin (Akademisi, GB UGM)

Muslimin Abdilla (Alharaka Jombang)

Mutiara Ika Pratiwi (Ketua Perempuan Mahardhika)

Mutiara Zulyanti (Serikat Mahasiswa Indonesia)

Myra Diarsih (Pendidik, Konselor)

Mike Verawati (KPI)

Nancy Sunarno

Nany Afrida (Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI ) Indonesia

Nani Soewarto

Nandang Sutrisno (Akademisi, Guru Besar UII)

Nandini Sunito

Natalia Soebagjo (Ketua Perkumpulan Jaga Pemilu)

Nathanael Pribady (Logos ID)

Nenden Sekar Arum (Direktur Eksekutif SAFEnet)

Ni Made Martini Puteri (Akademisi Universitas Indonesia)

Nila Tanzil (Curtin University, PhD Candidate)

Nila Wardani (Ruang Mitra Perempuan RUMPUN)

Nina Mutmainah (Akademisi Universitas Indonesia)

Nining Darmo ( Solidaritas Perempuan)

N.K. Endah Triwijati (psikolog dan pendiri Savy Amira Surabaya)

⁠Noer Fauzi Rachman (Scholar Activist)

Noer Kasanah (UGM)

Norman Joshua (Research Fellow Hoover Institution, Stanford University)

Nugroho Dewanto (Produser Film)

Nurhikmah (Komunitas Gusdurian Gorontalo)

Nur Iman Subono (Akademisi Universitas Indonesia)

Nurul Nurhandjati (Akademisi Universitas Indonesia)

Nyo Chong Tie (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Ofita Purwani (UNS)

Olga Lydia (Seniman)

Olin Monteiro (Aktivis dan Produser Seni Budaya)

Olivia (Akademisi Universitas Kristen Petra Surabaya)

Ong Mei Sin (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Otto Adi Yulianto (peneliti Mindset Institute)

Otto Gusti Madung (IFTK Ledalero)

⁠P.M. Laksono (Purnabhakti Guru Besar Universitas Gajah Mada)

Paulus Pati Lewar (IFTK Ledalero)

Paulus S

Panca Saktiyani (Kidung)

Pande K.Trimayuni (FOKAL UI)

Paulus Pati Lewar (IFTK Ledalero)

Pdt. A. Elga J. Sarapung (Institut Dialog Antar-Iman di Indonesia/Interfidei)

Premana W. Premadi (Kosmolog)

Pratisto Trinarso (Akademisi F. Filsafat UKMS)

Peter Nelwan (Pensiunan Psikolog)

Petrus Dori (IFTK Ledaelro)

Petrus Sina (IFTK Ledalero)

Pertrik Matanasi (Penulis)

Pinky Saptandari Wisjnubroto (Akademisi Universitas Airlangga)

Pipin Ulya Jamson (Peneliti the University of Melbourne & Melbourne Bergerak)

Prigi Arisandi

Prito Wijaya (Individu Merdeka)

Priyambudi Sulistiyanto (Flinders University, Adelaide, Soth Australia)

R. Yando Zakaria (Pusat Kajian Etnografi Masyarakat Adat)

Rachma wati (Koalisi Lintas Isu Yogyakarta)

Rafiqah (LK3 Banjarmasin)

⁠Rahayu Hardita Dwi Widyanti (Dosen Pendidikan Sejarah UNINDRA)

Rama Pambudi Dikimara (Dewantara Institute)

Ramadhani Akrom (journslist)

⁠Rahayu Prasetianingsih (Akademisi Universitas Padjadjaran)

Rajuddin (Akademisi, Guru Besar USK)

Ramalis Sobandi (Yayasan Tunas Nusa, Bandung)

Ratna Saptari (Akademisi Leiden University)

⁠Ratna Sitompul (Akademisi/Guru Besar UI)

Ratna Winarti (Alumni Ilmu Sejarah Unair)

Raudhatul Jannah (Dosen UIN)

Ravando (Sejarawan)

⁠Ray Rangkuti (Lingkar Madani)

Rassela Malinda (Graduate Researcher, the University of Melbourne & Melbourne Bergerak)

RB Abdul Gaffar Karim (Akademisi FISIPOL UGM, Senior advisor Jaringan Gusdurian

Refan Aditya (Periset/Alumni CRCS UGM)

Reny Pasaribu (sekolah tinggi hukum indonesia jentera)

Reza Maulana Hikam (Peneliti Nusantara)

Rezza Maulana (Periset/Alumni FIB UGM

Regina Stella

Richardo Dwi Harrianto Suse Tio

Richo Andi Wibowo (Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada)

Rika Theo (Peneliti)

Rikardo Simarmata (Akademisi Universitas Gadjah Mada)

Rimawan Pradiptyo (Akademisi Universitas Gadjah Mada)

Ririn Sefsani (Aktivis HAM)

Riris K. Toha Sarumpaet (Akademisi/Guru Besar em. UI)

Riris Andono Ahmad (FKK-UGM)

⁠Riwanto Tirtosudarmo (Peneliti Independen)

Rizky Argama (Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia)

Robertus Robet (Akademisi/Guru Besar Universitas Negeri Jakarta)

Robert Mirsel (IFTK Ledalero)

Ronny Agustinus (Marjin Kiri)

Roro Sawita (Sejarawan)

Rosnida Sari (Akademisi Universitas Djember)

Ruby Kholifah (AMAN Indonesia)

Rumekso Setyadi (Sentir Media)

⁠Ruth Indiah Rahayu (Ketua Ikatan Keluarga Alumni Driyarkara)

Samsul Maarif (CRCS UGM)

Samsang Syamsir (FIK Ornop Sulawesi Selatan)

⁠Sandra Hamid (Antropolog)

Sandyawan Sumardi (Jaringan Relawan Kemanusiaan Indonesia)

Sandra Moniaga (Komnas HAM)

Sana Ullaili (Forum Cik Ditiro)

Sapta Nugraha

Saras Dewi (Universitas Indonesia)

Sari Indriaty (Yayasan Suara Hijau Kita)

Sasikirana (KoreoLAB & Dance Camp)

Satria Indra Permana (Guru Sejarah, Tanjung Priok)

Satria Unggul Wicaksana Prakasa (UMSurabaya/KIKA)

Savic Ali

Savran Billahi (Akademisi UIN Jakarta)

Selma Hayati (IKOHI)

⁠Selly Riawanti (Akademisi Universitas Pajajaran)

Setyo Wibowo, SJ (Akademisi STF Driyarkara)

Sholihah Rahmatunnisa Utami (University of Melbourne)

Sudiarja (akademisi STF Driyarkara)

Servinus H. Nahak (IFTK Ledalero)

Sefrianus Juhani (IFTK Ledalero)

Shinta Maharani (TEMPO dan AJI Indonesia)

Sonny Priyarsono (IPB)

⁠Simon Petrus Tjahjadi (Akademisi STF Driyarkara)

Sinta Ristu Handayani (KPS2K Jawa Timur)

Siamrotul Ayu Masruroh (KIKA)

So Pin Loan (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Sontiar

Sie Hwie Ing (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

⁠Siti Kusujiarti (Akademisi/Guru Besar Warren Wilson college, NC)

Siti Mazdafiah (aktivist perempuan/Savy Amira Surabaya)

Siti Sukrisno

⁠Siti Maimunah (TKPT Indonesia)

Siti Rakhma Mary Herwati (STHI Jentera)

Siti Setiati (Akademisi, Guru Besar Universitas Indonesia)

Sofyan (Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi) Makassar

Sri Lestari Wahyuningroem (Akademisi Universitas Pembangunan Nasional-Veteran)

Sri Rusminingtyas

⁠Sriwiyanti Eddyono (Akademisi UGM)

⁠Standarkiaa Latief (Presidum Nasional Komite Independen Pemantau Pemilu 1997-2000)

Subarman Salim (Kata Kajao Kiwari)

⁠Sukman T. Putra (Akademisi Universitas Indonesia)

Sulistyowati Irianto (Akademisi /Guru Besar, UI)

⁠Suraya Afiff  (Akademisi Universitas Indonesia)

Susi Dwi Harijanti (Akademisi/ Guru Besar Unpad)

Sungkono

Supra Wimbarti (AIPI, Purnabakti Akademisi UGM)

Sutiyono

Svetlana Dayani (Aktivist/Kiprah Perempuan)

Swary Utami Dewi (Individu)

Syaiful Alim (Transformasi Anak Muda Celebes)

Syafiq Alielha (Eksponen 1998)

Sylvia Tiwon (Praxis)

Symphati Dimas R (Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional/FMN)

Tamrin Amal Tomagola (Sosiolog, Ketua Dewan Public Virtue)

Tati Krisnawaty (Individu)

Tan King Lien (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Taufiq Hanafi (Peneliti)

Teddy Prasetyono (Akademisi/ Guru Besar UI)

Tegar Achsendo Yuniarta (Akademisi)

Thomas Hidya Tjaya (Akademisi STF Driyarkara)

Thoha Mahsun (PPBI Jawa Timur)

The Peng Kiauw (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Theresia Iswarini (Perkumpulan KAPAL Perempuan)

⁠Tisna Sanjaya (Seniman)

Tjia Gwat Ing (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

⁠Titi Anggraini (Fakultas Hukum Universitas Indonesia)

Titi Pudji A. (Suara Ibu Bandung)

Titiek Kartika (Akademisi, Universitas Bengkulu)

Tito Panggabean (Penulis)

⁠Toar JM Lalisang (Akademisi, Guru Besar Universitas Indonesia)

Tom Iljas (Eksil di Swedia)

Tonang Dwi Ardyanto (Akademisi, Guru Besar UNS)

Toni Malakian (Artist)

Tony Prabowo (Komposer)

Tosca Santoso (Pendiri Aliansi Jurnalis Independen)

Tri Agus Susanto (akademisi STPMD APMD Yogyakarta)

Tri Wahyudi (Seniman)

Tri Wahyu (ICM)

Tristam Pascal Moeliono (FH Unika Parahyangan)

Trisna Dwi Yuni Aresta

⁠Tunggal Pawestri (Humanis dan Inovasi Sosial)

Tyo Prakoso (Guru Sejarah SMA Negeri 11 Kota Bekasi)

Tyson Tirta

⁠Ubedillah Badrun (Dosen Universitas Negeri Jakarta)

Ucu Martanto (Akademisi, Universitas Airlangga)

Udin Choirudin (INSISTPress)

Ulfa Kasim (Institut KAPAL Perempuan)

Ulin Ni’am Yusron (Pegiat Seni Budaya di Bali)

Uphie Palupi (women’s crisis center Ponorogo)

Upik Djalin (akademisi independen, US)

Usman Hamid (Eksekutif Direktur Amnesty International Indonesia)

Vedi Hadiz (Akademisi, University of Melbourne)

Venno (khatulistiwa)

Violla Reininda (STHI Jentera)

Valentina Sri Wjiyanti

Virdian Yosa (masyarakat umum)

Vivi Widyawati (Perempuan Mahardhika)

Vitrin Haryanti (Lembaga Advokasi Yogyakarta)

Wahyudi Kumorotomo (Akademisi FISIPOL UGM)

Wahyu Susilo (Direktur Eksekutif Migrant CARE dan Keluarga Korban Penculikan)

Wanda Hamidah (Aktivis Kemanusiaan)

Wasingatu Zakiyah (Caksana Institute)

Wilson (Sejarawan)

Wilson Obrigados (IKOHI / Ikatan Kemanusiaan untuk Korban Penghilangan Paksa Indonesia)

Wildan Sena Utama (Sejarawan UGM)

Wandy Tuturoong (ex. Front Aksi Mahasiswa Indonesia)

⁠Warkhatun Najidah (Fakultas Hukum Universitas Mulawarman)

Wati Sungkono

Wening Udasmoro (Akademisi/Guru Besar UGM)

Wenny Mustika Sari

Widodo Dwi Putro (Akademisi/Guru Besar Unram)

Widyarsono (Akademisi STF Driyarkara)

Widya Fitria Ningsih (Akademisi UGM)

Wilibaldus Gaut (IFTK Ledalero)

⁠Windhu Purnomo (ahli Kesehatan Universitas Airlangga)

Wina Khairina (Artikula)

Wiwiek Awiati (Akademisi UI)

Woro Supartinah (Direktur LPESM)

Wuri Handayani (Dosen FEB UGM)

Wicaksana Dramanda (Akademisi yang sedang S3 di Tilburg University)

Y. Ferry Susanto (Akademisi STF Driyarkara)

⁠Yance Arizona (Akademisi Fakultas Hukum UGM)

Yanuar Nugroho (Akademisi STF Driyarkara)

Yasmine Fernandez

Yap Ie Hoey (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Yayak Yatmaka (Pekerja seni/Perguruan Rakyat Merdeka)

⁠Yeni Rosa Damayanti (Perhimpunan Jiwa Sehat Indonesia)

Yeri Wirawan (Sejarawan)

Yo Chong Tie (Diaspora Indonesia di Hong Kong)

Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers 2016-2019, Wakil Ketua Komnas HAM 2007-2012)

Yossa Nainggolan (Ragam Institute)

Yulia Sugandi (Akademisi/CTSS, IPB)

Yuliana (Akademisi, Universitas Palangkaraya)

Yulianti (Akademisi UGM)

Yunita T. Winarto (Antropolog, Pendamping Petani Tanggap Iklim)

Yusuf Adityoswara Danu Andoko (Pelajar/Siswa SMAN 58 Jakarta)

Yurino Juwanda

⁠Yuvi Avianto Pareanom (Penulis)

Yudistira Permana (SV UGM)

Zahrotul Khoiriyah (Warga negara yang bijak)

⁠Zainal Arifin Mochtar (Pengajar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada)

Zaki Fitri Widodo

Zakiudin Munasir (Akademisi UI)

Zuhriah (Komunitas Towaine Mandar)

Zumrotin (Remdec)