Pena Lebih Tajam dari Pedang: Aktivis Perempuan Asli Papua, Esther Haluk, Melawan dengan Karya Sastra
“Pena menjadi senjata saya. Puisi-puisi yang saya tulis berisi refleksi pribadi atas persoalan kemanusiaan dan peristiwa pembunuhan yang terjadi di Papua.”
