Kata-katamu punya kekuatan

Sepucuk surat terkadang bisa mengubah nasib orang. Itulah premis Write for Rights, kampanye menulis surat global Amnesty International.

Write for Rights adalah kegiatan HAM terbesar yang diikuti ratusan ribu orang dari seluruh dunia dan sudah berlangsung selama 17 tahun. Setiap Desember, penduduk dunia menulis jutaan surat untuk orang yang diserang haknya.

Seperti mereka, kamu juga bisa menjadi bagian dari perubahan, meneruskan tradisi panjang menulis surat untuk meluruskan beberapa kesalahan terbesar dunia.

Tahun ini kami menulis untuk pemuda yang memadamkan beberapa krisis terbesar di dunia. Banyak yang berkontribusi dan mengambil alih bidang-bidang yang gagal dipimpin orang dewasa, dan menghadapi bahaya besar. Kata-katamu benar-benar dapat mengubah hidup mereka.

Bergabunglah dengan kami.

Marinel Sumook Ubaldo, aktivis iklim

MASA DEPAN SEMUA ORANG TERGANTUNG KEPUTUSANMU SEKARANG.


ADA TIGA CARA BERPARTISIPASI

Tulis Surat
Kamu bisa menulis untuk orang pilihanmu. Cek kasus di bawah dan cari tahu cara kamu bisa membantu.
Ikut Acara Write for Rights
Tak ingin menulis surat sendirian? Ikut acara Write for Rights di dekatmu.
CEK ACARA TERDEKAT
Gelar Acara Write for Rights
Gelar sendiri kampanye menulis sesuai kreativitasmu.
CEK PANDUAN LENGKAP
IRAN

YASAMAN ARYANI: DIPENJARA KARENA PROTES ATURAN WAJIB BERHIJAB

baca selengkapnya
YUNANI

SARAH MARDINI & SEAN BINDER: TERANCAM DIPENJARA KARENA MENYELAMATKAN NYAWA

baca selengkapnya
MEKSIKO

JOSE ADRIAN: DIPUKUL POLISI SECARA BRUTAL PADA USIA 14 TAHUN

baca selengkapnya
FILIPINA

MARINEL UBALDO: BERJUANG UNTUK MENYELAMATKAN IKLIM

baca selengkapnya

KISAH SUKSES

Birtukan Mideksa

Pemimpin oposisi Ethiopia Birtukan Mideksa dibebaskan dari penjara pada 2010 setelah menjadi partisipan Write for Rights tahun sebelumnya. “Surat-suratmu membuat harapan saya tetap hidup di saat paling kelam.”

Jabbar Savalan

Jabbar Savalan, seorang aktivis pemuda yang dipenjara di Azerbaijan, diampuni dan dibebaskan pada 2011, beberapa hari setelah surat-surat Write for Rights tiba di negara itu. ”Dukungan yang saya terima sangat luar biasa sehingga saya tidak merasa dipenjara.” – IRFS

Valentina Rosendo Cantú dan Inés Fernández Ortega

Pemerintah Meksiko bertanggung jawab atas pemerkosaan Valentina Rosendo Cantú dan Inés Fernández Ortega oleh tentara. “Tanpa surat-surat, tindakan dan solidaritasmu, kita tidak akan mencapai momen ini,” kata Valentina. – Centro de Derechos Humanos de la Montaña de Tlachinollan

Vladimir Akimenkov

Vladimir Akimenkov dibebaskan pada Desember 2013. Ia ditahan akibat protes di Lapangan Bolotnaya, Moskow, Rusia. “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang mendalam. Surat-surat Anda membantu pembebasan saya. “

Ales Bialiatski

Ales Bialiatski, seorang tahanan politik di Belarus, dibebaskan pada 2014 setelah menerima 40.000 surat. “Banyaknya surat memberi saya rasa optimisme yang kuat. Ketika saya menerimanya, saya sangat, sangat bahagia.” – RFE / RL

Moses Akatugba

Moses Akatugba dari Nigeria diampuni setelah tekanan pendukung Amnesty. Ia divonis mati pada 16 tahun. “Nasib saya berubah ketika Amnesty International datang.”

Albert Woodfox

Albert Woodfox akhirnya bebas di bulan Februari setelah hampir 44 tahun di sel isolasi penjara AS. “Saya harus benar-benar menekankan betapa pentingnya surat dari orang-orang di seluruh dunia. “Saya merasa berharga … [dan] menjadi kuat.” – © Pierre-Yves Brunaud / Picturetank

Chelsea Manning

Pelapor WikiLeaks asal AS, Chelsea Manning, dibebaskan pada Mei 2017, setelah dipenjara 35 tahun oleh pemerintahan Presiden Barack Obama. Lebih dari seperempat juta orang menulis surat untuk membebaskannya. – © Pribadi

Mahadine

Ayah tujuh anak dan aktivis daring Mahadine dibebaskan pada April 2018 setelah lebih dari 18 bulan di penjara Chad dengan tuduhan palsu. 690.000 orang menulis untuk kebebasannya. © Amnesty International – Amnesty International

Gulzar Duishenova

Kampanye Gulzar Duishenova untuk hak-hak disabilitas terbayar pada bulan Maret 2019 ketika Kirgistan akhirnya menandatangani Konvensi Hak-Hak Disabilitas. Pendukung menulis hampir 250.000 pesan yang mendukung panggilannya. – © Svetlana Zelenskaya / Amnesty International