Apa itu PENA?

PENA adalah kampanye menulis nasional untuk mendesak pemerintah membenahi permasalahan hak asasi manusia di Indonesia, mulai dari terkekangnya kebebasan berpendapat, diskriminasi terhadap minoritas agama hingga kurangnya perlindungan untuk perempuan. Semua kartu pos, surat, dan email akan diserahkan kepada pemerintah pada tanggal 10 Desember 2019, bertepatan dengan Hari HAM Sedunia.

Apakah kampanye menulis bisa membuat dampak nyata?

YA! Amnesty International sudah membuktikan selama 17 tahun bahwa tulisan itu efektif untuk membuat perubahan.

Salah satu contoh kampanye menulis surat yang berhasil adalah kampanye global kami ‘Write for Rights’ di tahun 2016 yang berdampak terhadap dibebaskannya Phyoe Phyoe Aung. Phyoe Phyoe Aung adalah seorang aktivis mahasiswa di Burma yang ditangkap dan dipenjara hanya karena ia terlibat dalam protes damai yang mengkritisi kebijakan pemerintah Burma dalam bidang pendidikan.  Pendukung Amnesty International di seluruh dunia menulis 394,000 surat, cuitan dan email yang kemudian dikirimkan kepada otoritas Burma. Akhirnya, dalam waktu kurang dari 1 tahun, Phyoe Phyoe Aung dan banyak aktivis mahasiswa lain dibebaskan dari penjara. 

Kampanye menulis surat massal bisa menunjukkan kepada negara bahwa isu-isu yang kita angkat mendapatkan dukungan luas dari masyarakat. Dampaknya, mereka jadi terdesak dan harus menaruh perhatian lebih terhadap penyelesaian kasus-kasus tersebut apabila masih ingin memiliki legitimasi publik. 

Bagaimana saya bisa berpartisipasi?

Ada tiga cara kamu bisa ikut partisipasi di PENA:

  • Tanda tangan kartu pos atau menulis surat. Cek kasus-kasus yang kami usung di laman ini, klik isu yang kamu inginkan, dan ikuti petunjuk yang ada.
  • Kirim surat lewat e-mail
  • Buat acara sendiri di lingkunganmu sendiri (contoh: kampus, perpustakaan, sekolah atau kafe). Informasi selengkapnya dan panduan bisa dilihat di laman ini.

Apakah saya harus menulis surat untuk semua isu dan menandatangani semua kartu pos yang tersedia?

Kamu bisa menulis surat untuk kasus manapun yang kamu dukung, tanpa batasan. Bahkan kamu juga bisa menulis di luar isu yang kami tawarkan. Semuanya akan kami sampaikan kepada pihak yang berwenang!

Ke mana kartu pos, surat, dan email harus dikirim?

  • Email bisa dikirim ke info@amnesty.id dengan subyek “PENA: [nama lengkap]”

Contoh:

PENA: Waskito Putra

PENA:  Sadika Putri

Kapan tenggat pengiriman kartu pos dan surat?

Semua materi kartu pos, surat, dan email selambatnya harus diterima Amnesty International Indonesia pada Jumat, 8 November 2019, pukul 17.00 WIB.

Kalau mau mengadakan acara sendiri, apakah Amnesty International Indonesia akan memberikan dana?

Tidak. Namun, Amnesty International Indonesia bisa memberi bantuan berupa materi kartu pos jika dibutuhkan. Kami juga bisa menampilkan kegiatan kamu melalui media sosial kami.