Kesehatan Mental adalah Hak Asasi

PERINGATAN: konten memuat informasi tentang kesehatan mental, bunuh diri, dan depresi.

Hak atas kesehatan, termasuk kesehatan mental, adalah hak asasi yang berhubungan erat dengan berbagai hak asasi lainnya seperti hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Setiap orang berhak atas standar kesehatan fisik dan mental tertinggi yang dapat dicapai. Tapi, setiap tahun, di seluruh dunia lebih dari 700.000 orang meninggal karena bunuh diri.

Gangguan mental merupakan faktor risiko utama untuk bunuh diri. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 90% dari semua korban bunuh diri memiliki kondisi gangguan kesehatan mental.

Setidaknya 75% orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak mendapat pengobatan gangguan mental.

Kenapa hak atas kesehatan, termasuk kesehatan mental, adalah hak asasi?

Kesehatan, termasuk fisik dan mental, memungkinkan setiap orang mengembangkan potensi maksimal mereka, misalnya belajar dan bekerja untuk bisa meningkatkan kualitas hidup. Pelanggaran hak atas kesehatan bisa menghambat pemenuhan hak asasi lainnya.

Hak atas kesehatan sangat berkontribusi pada realisasi banyak HAM lainnya, termasuk:

  • hak atas makanan
  • hak atas standar hidup yang layak
  • hak atas perumahan yang layak
  • hak atas air
  • hak untuk bebas dari diskriminasi

Hak atas kesehatan tidak bisa diwujudkan tanpa memenuhi hak-hak asasi yang lain.

Jika hak atas kesehatan tidak terpenuhi, hak lainnya seperti hak atas pekerjaan, pangan, perumahan dan pendidikan, serta prinsip non-diskriminasi, juga berpotensi terganggu pemenuhannya.

Bagi orang-orang dengan ekonomi rentan, kesehatan mungkin merupakan satu-satunya aset yang dapat mereka gunakan untuk menjalankan hak ekonomi dan sosial.

Tapi, sulitnya mendapat layanan perawatan kesehatan mental yang memadai, kondisi hidup yang tidak layak, dan stigma terhadap gangguan mental masih menjadi hambatan untuk mencapai kesehatan mental yang baik.

Padahal, penentu kesehatan mental tidak hanya mencakup kemampuan seseorang untuk mengelola pikiran, emosi, perilaku, dan interaksinya dengan orang lain.

Kesehatan mental juga dapat dipengaruhi faktor sosial, budaya, ekonomi, politik, dan lingkungan seperti kebijakan nasional, perlindungan sosial, standar hidup, kondisi kerja, dan dukungan masyarakat.

Negara harus melakukan segala upaya yang mungkin, dengan sumber daya yang tersedia, untuk memenuhi hak atas kesehatan bagi semua orang tanpa terkecuali.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, kamu bisa simak website Into the Light Indonesia di https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling.

Topik