Factnesty Live: Berbicara Reformasi Dikorupsi

Factnesty Live! adalah seri diskusi di instagram Amnesty International Indonesia. Kamu bisa mendengarkan perkembangan isu HAM terbaru bersama tokoh terkemuka dan bertanya langsung pada mereka.

Menjelang sidang paripurna DPR pada 16 Juli, kami menggelar serangkaian diskusi seputar isu yang menjadi tuntutan #ReformasiDikorupsi.

Berikut rangkaian acaranya. Klik langsung di gambar untuk mendengarkan percakapannya.

Asfinawati berbicara tentang bagaimana instrumen hukum di Indonesia masih harus terus direvisi agar negara menghormati HAM warganya dan bagaimana hukuman seharusnya tak diberlakukan atas alasan orientasi, pemikiran, dan nurani seseorang.
Bagaimana nasib pekerja perempuan jika dalam Omnibus Law hak cuti hamil, cuti melahirkan dan cuti haid tidak terjamin? Ini pandangan Vivi Widyawati dari Perempuan Mahardhika.
Sebenarnya pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual benar-benar sulit, atau DPR hanya berkelit? Dengarkan diskusi kami dengan aktivis perempuan Anindya Vivi tentang rekam jejak RUU PKS.
Erasmus Napitupulu berbicara tentang unsur-unsur dalam KUHP, termasuk pidana hukuman mati yang menjadi warisan kolonial, pembungkaman atas kebebasan berekspresi yang seharusnya tak dipidana, hingga cara mengawal RKUHP dari rumah sendiri.
Ellena Ekarahendy, Ketua SINDIKASI, membahas nasib pekerja lepas dan pekerja kreatif perempuan yang terdampak Omnibus Law.

Tandatangani komitmen ini untuk mendesak pemerintah dan parlemen berkomitmen terhadap tuntutan #ReformasiDikorupsi.

Topics