Surat yang Menyulut Perubahan

Pada 1961, pengacara Inggris Peter Benenson marah mendengar dua mahasiswa Portugis dipenjara hanya karena bersulang untuk kebebasan. Di koran The Observer, ia lalu meminta orang mengirim surat untuk mendukung mereka.

Tanggapan pembaca ternyata luar biasa. Dalam setahun, terbentuk puluhan kelompok penulis surat di berbagai negara.

Seruan Peter untuk bertindak menerbitkan gagasan bahwa penduduk dunia dapat bersolidaritas untuk keadilan dan kebebasan.

Momen ini tak hanya melahirkan sebuah gerakan masif, tapi menjadi awal perubahan sosial yang signifikan.

1961

Pengacara asal Inggris, Peter Benenson, menulis artikel ‘Appeal for Amnesty’ di koran Observer, setelah dua siswa Portugis dipenjara karena bersulang untuk kebebasan. Tulisan itu ternyata menyulut dukungan banyak orang dan menjadi embrio gerakan global hak asasi manusia. © Guardian News and Media Limited.

1962

Uskup Agung Ukraina Josyf Slipyi di Siberia menjadi tahanan pertama yang dilepas berkat kampanye Amnesty. Sejak itu, puluhan ribu orang dilepas karena dukungan dan surat anggota kami. (Foto: juru kampanye pada rapat umum di London pada tahun 1983. © Raoul Shade.)

1972

Amnesty meluncurkan kampanye menentang penyiksaan. Dua belas tahun kemudian, PBB mensahkan Konvensi Anti Penyiksaan © Amnesty International Switzerland

1977

Amnesty International dianugerahi Nobel Perdamaian. Perjuangan organisasi untuk melindungi manusia dari penyiksaan, kekerasan dan ketidakadilan dianggap sebagai kontribusi nyata terhadap perdamaian dunia. © Amnesty International

1980

Amnesty meluncurkan kampanye pertamanya melawan hukuman mati. Pada 1961, hanya sembilan negara yang menghapuskan eksekusi. Pada 2014, angka itu naik menjadi 140. © Amnesty International

1993

Amnesty berkampanye mendirikan Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) yang menghukum pelaku genosida dan kejahatan perang. ICC akhirnya dibentuk pada 2002. (Foto: Demonstran membentuk ‘karpet manusia’ untuk menekan delegasi yang bernegosiasi soal ICC, Italia 1998. © Antonio Sesta)

2006

Nelson Mandela menjadi Duta Nurani Amnesty International. Pada 1962, Amnesty mengirim pengacara untuk mengamati persidangannya di Afrika Selatan. Nelson Mandela menulis bahwa “Kehadiran dan bantuan yang dia berikan menjadi inspirasi dan dorongan besar bagi kami.”

2007

Amnesty merambah dunia maya, meneruskan perjuangan panjang membela kebebasan berekspresi. Ali Sayed al-Shihabi dibebaskan setelah dipenjara akibat artikel pro-demokrasi online di Suriah. © REUTERS / Kacper Pempel

2014

Setelah 20 tahun ditekan pendukung Amnesty, Perjanjian Perdagangan Senjata (ATT) global mulai berlaku pada 24 Desember 2014. Kesepakatan ini membantu menghentikan aliran senjata yang memicu kekejaman di seluruh dunia. © Amnesty International

2017

Amnesty International didirikan di Indonesia. Salah satu kampanye pertama kami adalah memperjuangkan kemerdekaan berekspresi mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok.

2018

Amnesty International Indonesia meluncurkan laporan pertamanya tentang pembunuhan dan impunitas di Papua. 

2019

Menyambut pemilu 2019 di Indonesia, Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah dan parlemen terpilih untuk memprioritaskan HAM dalam program mereka dengan meluncurkan laporan 9 Agenda HAM